Living@3G world

Rabu, 20 Agustus 2008

“Years come n go but today is a special day *2008-2008* Double Match. It happens only once in a life time. So I wish you a Very Wonderful Day” – Sis Deb said!

I said: “GOD please let me know .. I’, on the right track .. today on doublematch day!”

Every day I double tink.. what the best thing I can do! Till I find, the best is to know what God want me to do today!  Just today!

Thanks for the invention today!

Advertisements
Tags:

Belajar dari perilaku monyet, maka kita harus setuju untuk “jangan panggil aku monyet”. Karena kita berbeda dengan monyet, baik monyet ekor panjang atau pendek. Dan bila benar manusia berevolusi dari monyet, mungkin menjadi pelajaran agar tetap sadar dan waspada untuk tidak berperilaku seperti monyet.

Ini tentang wacana poligami yang sementara berakhir kalah di DPR. Saran saya bila hendak belajar evolusi monyet, cobalah pergi ke kebun binatang.. di waktu liburan lebaran seperti ini. Kunjungilah bagian monyet, kera dan orang utan, dan jangan lupa lihatlah baik-baik alat kelamin jantannya. Pelajarannya adalah semakin primitif binatang primata non manusia ini maka alat kelaminnya juga semakin besar.. dan biasanya berpoligami.

Evolusinya monyet dari yang primitif kira-kira adalah monyet, orang utan dan simpanse. Perilakunya berevolusi dari yang komunal, soliter dan berpasangan. Owa misalnya, adalah binatang yang dilindungi karena walaupun berpasangan dan setia pada pasangannya, tetapi tidak banyak menghasilkan keturunan yang cukup untuk kelangsungan spesies mereka. Lain dengan monyet ekor panjang, dalam komunitasnya ada raja yang bisa punya banyak betina, dan jantan yang lain bisa diusir, atau melawan mengalahkan dan menggantikan kedudukan raja yang besar anunya.

Silakan ambil kesimpulan sendiri, mungkin tidak semua ahli primata akan setuju, bahwa besar anunya itu semakin primitif… Mungkin ini hanya berlaku di monyet – dan kita ini bukan monyet!

[Dari balik kandang monyet – darmaga Bogor]

burungparuhhitamIni tentang laki-laki gila yang sering berjalan telanjang bulat dekat kampus IPB. Beberapa kali aku melihatnya, dan tidak bisa tidak aku menoleh dua kali.. memastikan dia telanjang. Sampai suatu saat pelatih koorku berkotbah, “bukan kamu yang memanggilku Tuhan-Tuhan, tetapi yang memberi aku baju kalau aku telanjang, yang membesuk aku ketika aku di penjara”. Ayat yang pas karena grup koorku mau berkunjung ke Penjara Nusakambangan di akhir bulan ini.

Tapi bagiku yang pas adalah sekelebatan orang gila telanjang di dekat kampus IPB. Biasanya orang-orang akan sama cueknya dengan sigila tersebut .. termasuk gue. Kok ya nggak ada yang lempar baju atau sarong, supaya tuh barang tidak gondal gandul. Wah, berarti aku juga sama cueknya dengan orang-orang di sepanjang jalan itu, yang pura-pura tidak terganggu dengan pemandangan nan pasti sangat-ganjil..

Sepertinya keganjilan ini harus diakhiri… karena harus ada yang berbuat sesuatu pada akhirnya. Alih-alih sekedar … “Ya ampun – Tuhan kok ya ada orang ganjil dengan gontainya …”. Dia tidak malu, lha apa kita yang waras ini tidak menjadi melengos malu, atau kita yang sebenarnya tidak waras?!

Apalagi ini malam takbiran… semoga ada yang bersedekah sarung untuk orang gila terhilang. Dirumahku hanya anak lelakiku yang punya sarung, apa boleh ya ku ambil sarungnya.. akan kulempar ke orang gila nanti kalau lewat sana lagi…

[Ampun Tuhan atas keganjilan ini.. malam takbir menggema]

Anak temanku sekolah di Amrik! Hari ini ultah yang ke 17, dan lagi kangen-kangennya. Jadilah dia ingin bertelpon-kamera dengan mamanya. Maklum anak pertama – sweet seventeen pula, biasanya ya gitu deh. Papanya sudah cepat-cepat urus Broadband dirumahnya.. pakainya PTN (Perusahaan Telpon Negara). Namun sampai hari ini belum nyambung tuh. Padahal laptop, modem dan kamera sudah siap.

Pagi-pagi sang mama telpon ke rumahku. Mau numpang webcam-chat ke Amrik!

Blaik, jalur broadband dirumah masih ada apa dah diputus ya! Maklum telat bayar, karena susah kontrol juga. 1 Gigabite itu dak banyak, jadilah sering kebobolan deh internet dirumah. Aku berhenti jadi pelanggan PTN 512K kembali ke jalur modem 56K dan warnet. Bulan ini lagi tunggu teknologi wireless murah-meriah di komplek, tapi sampai lebaran tinggal besok, kok rencana tinggal rencana, malah sekarang ditinggal mudik.

Bayangkan kalau semua orang sudah berweb-cam dirumahnya – pastilah pak polisi tidak perlu repot-repot urus arus mudik yang bikin senewen. Welcome2 3G living – mudik setiap saat!

[happy b’d 4 Lia – 12 Oktober 2007]

Musim mudik, hampir tidak terpikir untuk bepergian hari-hari begini. Apalagi ke Jawa dengan kendaraan umum, sekalipun kendaraan yang ber-AC. Tapi tidak untuk calonnya adik iparku, karena mau menikah bulan depan, dia “harus” sempatkan “nyekar” ke makam abangnya. Jadilah pergi ke solo naik bis seharga tiket pesawat.

Walaupun dia berprinsip bahwa berdoa bisa dimana saja, toh – saudaranya “mengharuskan” untuk melakukan tabur bunga, sekalian minta ijin kali mau menikah.. Lha di Jaman 3G begini, rupanya akal sehat dan dompetnya masih tidak menemukan cara untuk mengatasinya. Bunga bisa dikirim lewat Tiki-OneNightService, doa katanya bisa mengatasi jarak… tapi ya..

Kalaupun doanya jadi manjur karena didoakan dekat makam abangnya, aku lupa berpesan supaya didoakan juga pas hari nikah tidak turun hujan lebat, supaya undangan pada datang, gedung [masih proses ACC] cepat beres, undangan tercetak dan terkirim tepat pada orang dan waktunya, Romonya tidak telat, dekornya bagus, makanannya uenak, baju pengantinnya bagus, koornya bagus dan yang penting duit mereka cukup untuk bayar-bayar semua.

[Calon-calon ipar, 11 Oktober 2007]

gjh

Pada masa cuti, seorang pendeta diajak bepergian oleh seorang keluarga. Keluarga tersebut cukup berada dan tinggal di Jakarta, keluarga ini memiliki seorang anak gadis yang hendak merayakan ulang tahun yang ke 17. Alih-alih seorang gadis kota yang merayakan ulang tahunnya di hotel atau cafe mewah, Gadis kota ini memilih mengajak seluruh keluarganya pergi ke pedalaman kalimantan untuk mengunjungi dan menyantuni 17 panti asuhan. Semua acara dan hadiah dipersiapkan sendiri, dari uang tabungan yang telah disisihkannya.

Dalam satu perjalanan, mereka harus melalui dengan kapal air hingga berjam-jam. Suatu ketika, mereka mendapati seorang nenek yang duduk di tepi sungai, nenek ini buta matanya. Cucunya setiap pagi sembari berangkat sekolah mengantar sang nenek ke pinggir sungai, dan sepanjang pagi hingga siang sang nenek berusaha mendapatkan ikan di tepi sungai dengan tangannya. Bila sang cucu pulang sekolah sang nenek dituntunnya pulang.

Melihat sang nenek, Gadis kota ini menghampiri dan memeluknya. Sang nenek dibimbing untuk pulang kerumahnya, sang Gadis begitu terharu hingga menangis berpelukan bersama sang nenek…

[Cerita ini saya tulis ulang dari cerita kotbah Bp. Pdt. SN 23 September 2007. Selamat Ulang Tahun! Siapapun anda.. kado anda berkesan sekali. Tx GBU]

Ini tentang daerah di Bogor yang bernama air mancur. Sebulan ini ada signboard iklan besar yang cukup menarik.. Gimana tidak menarik selera, itu gambar makanannya 3 dimensi – lengkap dan kelihatan menggugah selera. Tinggal bawa teh botol dan duduk dibangku dibawah signboard itu, maka makan malam terasa berkesan.

Yang menarik lagi adalah tulisan yang cukup berani di atasnya, “Siang dipendam malam balas dendam”, semua makanan enak itu lenyap kalau siang hari. Kok ya tidak ada yang protes, lha pesannya menyentil perilaku di bulan puasa, yakni justu dengan makan banyak dan enak sekaligus pada waktu malam harinya. “Kalau puasa itu kita musti sabal, ya ma?!” Aku sebenarnya penasaran pengin lihat munculnya gambar-gambar makanan itu bila lampu senja mulai menyala.

Ini era baru beriklan, ketika imajinasi gambar jadi sesuatu yang membelalakan mata dan pola pikir [dan perantaranya adalah selera].

[Air mancur – Bogor, 10 Oktober 2007]

TodaysWise!

November 2017
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Facebook is today!